Showing posts with label Karomah Wali Allah. Show all posts
Showing posts with label Karomah Wali Allah. Show all posts

Jan 10, 2011

SYEIKH MAULANA MALIK IBRAHIM

Syeikh Maulana Malik Ibrahim / Sunan Gresik / Syeikh Maghribi

Sunan Gresik atau Maulana Malik Ibrahim (w. 1419 M/882 H) disebut-sebut sebagai wali paling senior, atau wali pertama. Ada sejumlah versi tentang asal usul Syeikh Maghribi, sebutan lain bagi Sunan Gresik itu. Ada yang mengatakan ia berasal dari Turki, Arab Saudi, dan Gujarat (India). Sumber lain menyebutkan ia lahir di Campa (Kamboja). Tapi yang pasti, Syekh Maulana Malik berasal dari bahagian barat Jawa, sama ada Asia Selatan, Timur Tengah, atau bahkan Afrika. Hal ini merujuk pada panggilannya yang lain, yakni Syekh Maghribi, yang bererti “guru dari Barat”.

Maulana Malik Ibrahim diminta ayahnya, Barebat Zainul Alam, agar merantau, berdakwah ke negeri selatan. Maka, bersama 40 anggota rombongan yang menyertainya, Malik mengarungi samudera berhari-hari. Mereka kemudian berlabuh di Sedayu, Gresik. Rombongan Malik kemudian menetap di Desa Leran, Ketika itu, Gresik berada di bawah Kerajaan Majapahit.


Tiba di Gresik Syeikh Malik kemudian juga dikenal sebagai Sunan Gresik. Di sana ia mulai melancarkan dakwahnya. Kedatangannya menyebarkan kesejukan bagi penduduk desa itu. Tak pernah tangannya berat untuk menolong orang. Ia juga mempunyai kepandaian mengobati berbagai penyakit.Sebagian besar masyarakat setempat ketika itu menganut Hindu, ”agama rasmi” Kerajaan Majapahit. Sunan melalukan sesuatu yang sangat sederhana: membuka warung. Ia menjual makanan dengan harga murah. Dalam waktu singkat, warungnya ramai dikunjungi orang. Syeikh Malik melangkah ke tahap berikutnya: menjadi tabib. Dengan doa-doa yang diambil dari Al-Quran, ia terbukti mampu menyembuhkan penyakit. Sunan Gresik pun seakan menjelma menjadi ”dewa penolong”. Apalagi, ia tak pernah mahu dibayar.

Di tengah komuniti Hindu di kawasan itu, Sunan Gresik cepat dikenal. Ia memperlakukan semua orang sama darjat. Beransur-ansur, jumlah pengikutnya terus bertambah. Setelah jumlah mereka makin banyak, Sunan Gresik mendirikan masjid. Ia juga merasa perlu membangun bilik-bilik tempat menimba ilmu bersama. Model belajar seperti inilah yang kemudian dikenal dengan nama pesantren. Dalam mengajarkan ilmunya, Syeikh Malik punya kebiasaan khas: meletakkan Al-Quran atau kitab hadis di atas bantal. Karena itu ia kemudian dijuluki ”Kakek Bantal”.

Setelah pengikutnya terus bertambah, Syeikh Malik merasa belum puas sebelum berjaya mengislamkan Raja Majapahit. Ia paham betul, tradisi rakyat Jawa yang akan selalu merujuk dan berteladan pada perilaku raja. Kerana itu, mengislamkan raja merupakan pekerjaan yang sangat strategik.

Tetapi Syeikh Malik tahu diri. Kalau dia terus berdakwah kepada raja, pasti tak akan diendahkan, karena maqamnya lebih rendah. Kerana itu ia meminta bantuan sahabatnya, yang menjadi raja di Cermain. Konon, Kerajaan Cermain itu ada di Persia. Sumber lain menyebutkan Kerajaan Cermain tak lain adalah Kerajaan Kedah, di Malasyia. Raja Cermain akhirnya datang bersama putrinya, Dewi Sari. Mereka disertai puluhan pengawal. Dewi yang berwajah elok itu akan dipersembahkan kepada Raja Majapahit. Dari sini, bercabang-cabanglah cerita mengenai ”Raja Majapahit” itu.. Ada yang menyebut raja itu Prabu Brawijaya V. Penguasa Majapahit itu akhirnya bersedia menemui rombongan Raja Cermain. Sayang, usaha mereka gagal total. Sang raja cuma mau menerima Dewi Sari, tetapi menolak masuk Islam. Sebelum pulang ke negerinya, rombongan Cermain singgah di Leran. Sambil menunggu perbaikan kapal, mereka menetap di rumah Sunan Gresik.

Malang tak bisa ditolak, tiba-tiba merajalelalah wabah penyakit. Banyak anggota rombongan Cermain yang tertular, bahkan meninggal. Termasuk Dewi Sari. Raja Cermain dan sebagian kecil pengawalnya akhirnya berjaya pulang ke negeri mereka. Sunan Gresik sendiri tak patah hati dengan kegagalan ”misi” itu. Ia terus melanjutkan dakwahnya hingga wafat, pada 1419 M.


KISAH BERAS DAN PASIR

Suatu hari dalam perjalanan dakwah ke sebuah dusun yang diberkahi dengan tanah subur, Syekh Maulana Malik Ibrahim bersama seorang muridnya singgah di sebuah rumah. Rumah itu milik orang kaya. Menurut desas-desus pemilik rumah itu amat kedekut.

Padahal si empunya rumah adalah orang berada yang memiliki bertan-tan beras. Halaman rumahnya luas. Di sana tersusun berkarung-karung beras hasil pertanian. Rupanya Syekh Maulana Malik Ibrahim ingin menemui si empunya rumah yang tak lain adalah salah seorang muridnya. Ia ingin menasihati muridnya agar meninggalkan sifat terkeji itu.

Orang kaya tersebut menerima dengan ramah kunjungan Syekh Malik. Dihidangkanlah jamuan yang baik bagi Syekh Malik. Sesaat berselang, datanglah seorang pengemis, perempuan tua, ke hadapan orang kaya itu.

“Tuan, saya lapar sekali, bolehkah saya minta sedikit beras,” ujar perempuan tua itu sambil menjeling beras yang berrada di halaman.

“Mana beras? Saya tidak punya beras, karung-karung itu bukan beras, tapi pasir,” ujar orang kaya itu.

Pengemis tua tertunduk sedih. Ia pun beranjak pergi dengan langkah kecewa. Kejadian itu disaksikan langsung oleh Syekh Malik. Ternyata apa yang digunjingkan orang tentang kedekut muridnya ini benar adanya. Syekh Malik bergumam dalam hati, dan iapun berdo’a. Pembicaraan yang sempat tertunda dilanjutkan kembali.

Tiba-tiba ramah-tamah antara murid dan guru itu terhenti dengan teriakan salah seorang pembantu orang kaya itu.
“Celaka tuan, celaka! Saya tadi melihat beras, ternyata beras kita sudah berubah jadi pasir. Saya periksa karung lain, isinya pasir juga. Ternyata tuan, semua beras yang ada di sini telah menjadi pasir!” Pembantu itu dengan suara bergetar melaporkan.
Orang kaya itu terkejut, segera ia beranjak dari duduknya, dihampirinya beras-beras yang merupakan harta kekayaannya itu. Ternyata benar, beras itu telah berubah menjadi pasir. Seketika tubuh orang kaya itu lemas. Ia pun bersimpuh menangis.

Syekh Malik lalu menghampirinya. “Bukankah engkau sendiri yang mengatakan bahwa beras yang kau miliki itu pasir, kenapa kau kini menangis?” Syekh Malik menyindir muridnya yang kikir itu.

“Maafkan saya Sunan. Saya mengaku salah. Saya berdosa!” Si murid meratap bersimpuh di kaki Syekh Malik.

Syekh Malik tersenyum, “Alamatkan maafmu kepada Allah dan pengemis tadi. Kepada merekalah permintaan maafmu seharusnya kau lakukan,” ujar Syekh Malik lagi.

Penyesalan yang dalam langsung menyergap orang kaya itu. Dalam hati ia mengutuk dirinya sendiri yang telah berbuat kezaliman. Kepada Syekh Malik ia berjanji akan mengubah semua perbuatannya. Ia mohon juga agar berasnya bisa kembali lagi seperti semula. Kekikirannya ingin ia buang jauh-jauh dan menggantinya dengan kedermawanan.

Syekh Malik kembali berdo’a, dan dengan izin Allah, beras yang telah berubah menjadi pasir itu menjadi beras kembali. Hidayah dan kekuatan yang berasal dari Allah memungkinkan kejadian itu.
Orang kaya tersebut tidak membohongi lisannya. Ia berubah menjadi dermawan, tak pernah lagi ia menolak pengemis yang datang. Bahkan ia mendirikan mushalla dan majelis pengajian serta fasilitas ibadah lainnya.

Itulah sekelumit kisah tentang Syekh Maulana Malik Ibrahim.

RUJUKAN :
  • Babad Tanah Jawi
  • Mantan Mufti Johor Sayyid `Alwî b. Tâhir b. `Abdallâh al-Haddâd (meninggal tahun 1962) juga meninggalkan tulisan yang berjudul Sejarah perkembangan Islam di Timur Jauh (Jakarta: Al-Maktab ad-Daimi, 1957). Ia menukil keterangan diantaranya dari Haji `Ali bin Khairuddin, dalam karyanya Ketrangan kedatangan bungsu (sic!) Arab ke tanah Jawi sangking Hadramaut.
  • Al-Jawahir al-Saniyyah oleh Sayyid Ali bin Abu Bakar Sakran
  • 'Umdat al-Talib oleh al-Dawudi
  • Syams al-Zahirah oleh Sayyid Abdul Rahman Al-Masyhur 
  • Menyingkap Misteri Pulau Besar oleh Ana Faqir


Dec 28, 2009

KAROMAH PARA WALI ALLAH

Sabda Rasulullah SAW

“Sesungguhnya diantara hamba-hamba Allah ada beberapa orang yang dirindui para nabi dan syuhada. Ditanya kepada baginda: “Siapakah mereka ya Rasulullah?” Baginda menjawab: “Mereka adalah kaum yang saling mencintai dengan cahaya Allah, bukan atas dasar harta dan hubungan keluarga. Wajah mereka bercahaya,mereka berada diatas mimbar-mimbar yang terbuat dari cahaya,mereka tidak merasa takut ketika manusia ketakutan,mereka juga tidak pernah sedih ketika manusia bersedih hati” (HR Nasai & Ibnu Hibban) . Lalu Nabi SAW membacakan ayat ini, tapi saya tidak pasti dari surah mana:

“Ingatlah! Sesungguhnya wali-wali Allah tidak memiliki ketakutan dan tidak pula bersedih hati”

Jika dilihat dari sudut pandangan 4 mazhab,tidak ada satu mazhab pun yang menolak karomah ini. Karomah adalah kejadian luar biasa yang tidak diikuti dengan pengakuan kenabian. Manakala Mu’jizat muncul dari orang yang mengaku Nabi Allah. Karomah biasanya terjadi kepada hamba yang nyata kesholehannya,selalu mengikuti Sunnah Rasulullah dan menjalankan syariat dengan keyakinan yang benar.

Timbul persoalan masyarakat masa kini diantara perbezaan Karomah dan Sihir. Jawabnya adalah bahawa Sihir itu timbul dari tangan orang yang fasiq,zindik dan kafir yang berada diluar agama,percaya kepada kuasa selain Allah dan bukan mengikut Sunnah dan Syariat Nabi SAW. Sedangkan Karomah tidak terjadi kecuali kepada orang yang bersungguh-sungguh dalam mengikuti syariat sehingga mencapai puncak Ma’rifatullah.

Ketahuilah bahawasanya para Wali adalah orang-orang yang mengenal ALLAH SWT menurut kemampuan mereka dalam ketaatan,menjauhi maksiat dan berpaling dari terjerumus kedalam nafsu-syahwat. Sepertimana sabda Rasulullah SAW:

“Terdepanlah orang-orang yang menyepikan diri”. Baginda ditanya “Siapakah mereka wahai Rasulullah? ”. Maka Baginda menjawab ”Mereka adalah orang yang sangat senang dengan mengingati Allah. Allah meletakkan zikir yang berat-berat untuk mereka,hingga mereka mendatangi Allah pada hari kiamat dengan ringan.” (HR Muslim dan Tirmizi)

1)
Diantara kenyataan terjadinya Karomah telah tersebut didalam Al-Quran. Diantaranya adalah kisah Maryam dan puteranya Isa AS yang telah lahir tanpa perantaraan suami. Juga fenomena ajaib yang terjadi pada diri Maryam ketika dijaga Nabi Zakaria AS. Allah SWT berfirman:

“Setiap kali Zakaria masuk kepada Mihrab(yang diduduki) Maryam, ia mendapati disisinya rezeki(makanan). Zakaria bertanya: “Dari mana kamu dapatkan rezeki ini ?” Ia menjawab “Ini(makanan) dari Allah.”

Padahal tidak ada masuk ke mihrab itu selain dirinya,apabila Nabi Zakaria AS keluar dari ruangan Maryam,ia pasti mengunci semula pintunya, dan dia mendapati disamping Maryam jenis makanan(buahan) kemarau dimusim hujan dan buahan hujan dimusim kemarau..SUBHANALLAH

2)
Juga kisah penghuni gua (Ashabul Kahfi). Mereka adalah sekelompok orang-orang mukmin yang takut imannya berubah kerana raja mereka. Maka mereka telah keluar dari negerinya dan mereka masuk kedalam gua. Mereka telah tinggal didalamnya tanpa makanan dan minuman selama 309 tahun dalam keadaan tidur tanpa sakit atau mati. Allah SWT berfirman:
“Kamu lihat: ketika matahari terbit…….dan mereka tinggal di gua itu selama tiga ratus Sembilan tahun”

3)
Demikian juga kisah Ashif,seorang menteri Nabi Sulaiman. Ketika Nabi Allah Sulaiman berkata kepada pasukannya. “Wahai para pembesar,siapakan diantara kamu yang dapat mendatangkan istana Ratu Balqis sebelum mendatangiku dengan menyerah dan masuk Islam?”. Ketika itu,rombongan Balqis hanya jauhnya 1 fasakh lagi dari kerajaan Nabi Sulaiman AS.

Maka berkata Ifrit dari bangsa Jin. “Saya akan mendatangkannya kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu”. Maka Nabi Sulaiman membalas. “Aku mahu yang lebih cepat dari itu”

Maka berkata Ashif Bin Barkhaya, setiausaha nabi Sulaiman. Dia sangat jujur dan mengetahui rahsia nama Allah yang Maha Dasyat yang apabila berdoa dengan Nama itu, maka doa itu akan terkabul,dan apabila meminta kepadaNYA,IA akan memberi.
“Aku akan mendatangkannya kepadamu sebelum kamu membalikkan(mengembalikan) pandanganmu.”

4)
Begitu juga kisah Karomah para sahabat,tabi’in dan orang-orang selepasnya hinggalah sekarang ini. Telah Mutawatir peristiwa-peristiwa ini. Diantaranya ialah kisah Umar RA. Ia berkata: “Wahai Sariyah berlindunglah digunung,berlindunglah digunung.”. Ketika dalam khutbahnya pada hari Jumaat. Secara langsung suara itu terdengar oleh Sariyah dan dengan spontan dia berlindung dari musuh di satu tempat digunung itu. Dalam hal ini, Umar memiliki 2 Karomah iaitu nampaknya keadaan Sariyah dan sahabat-sahabat muslim yang lain beserta keadaan musuh. Dan yang kedua sampainya suara Umar kepada Sariyah yang berada dinegeri yang jauh..Subhanallah

Antara riwayat lain adalah bahawasanya Umar RA berkata kepada singa yang menghalangi jalan umum: “Menyingkirlah” kemudian singa itu mengibas-ngibas ekornya lalu pergi. Kemudian Umar berkata: “Benarlah Rasulullah bersabda” . “Barangsiapa takut kepada Allah, maka Allah akan membuat takut kepadanya segala sesuatu” (HR Abussyaikh,Al-Hakim dan Rafi’ie dalam kitab Amali-nya)

5)
Banyak lagi kisah dan riwayat yang telah tersebut didalam kitab-kitab hadis,antaranya Hadis Bukhari. Jika saudara-saudara ingin tahu lebih banyak lagi mengenai karomah para wali Allah ini, silalah membaca dan mempelajari manaqib-manaqib mereka. Anataranya manaqib Quthubul Aulia Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani.

Wallahu A’alam.